activated

diaktifkan lg….

i wanna be

I wanna be carved ice,
stand up with grace.

I wanna be stone mountain,
rejecting all pain.

I wanna be fast river stream,
moving with full esteem.

I wanna be dark blue ocean,
with cool emotion.

Because i’m a woman…
a wife…
and a mother…

sad news

kemaren blogwalking
ke blognya almarhumah teh Inong atau Bunda Zidan dan Syifa
Jadi inget kejadiannya setahun yang lalu….

Today reading friend’s blog:
Innalillahi wa inna illaihi raajiuun.
Telah berpulang Umak/ Nenek Ve di Bukittinggi tgl 20 September 2007 jam 12.35 waktu Denmark ( perbedaan waktu 5 jam dengan Indo ).

read this and this

SMS recieved 09:56 WIB
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. telah meninggal dunia mama dan adiknya Alit dalam proses melahirkan jam 05.30 tadi…. Semoga Allah m’ampuni smua dosanya, dterima smua amal ibadahnya & mdapatkan tempat terbaik disisi Allah. Smoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, Amiin…

SMS forwarded 12:41 WIB
Desi (adik Lisa) :
Mohon do’anya. Insya Allah hari ini kak Lisa akan operasi pengangkatan kista paru2 di RS. Lem Ooh Whe, Penang. Kondisi terakhir kritis, tlg sebarkan.
read this

speachless….

dear friends [untuk siapapun yang baca postingan ini], tolong bantu do’a yah untuk my dear sister : Fatmalisa [Lisa] walaupun anda gak kenal beliau…..

snow on the sahara

sejak baca edensor, aku jadi menyukai [kembali] lagu lawasnya Anggun- Snow on the Sahara.
ketika Ikal akhirnya berhasil mewujudkan mimpi-mimpinya ketika SD di pedalaman melayu belitong, bisa kuliah di Sorborn France dan keliling Eropa sampai Afrika… dia bagai menebar salju yang berderai di tengah gersangnya sahara.

edensor

and i wish all my dream will come true also…walau saat ini beberapa harap mulai memudar, di tengah adaptasi dan kesibukan yang menyita..

s  n  o  w     o  n     t  h  e     s  a  h  a  r  a

Only tell me that you still want me here
When you wander off out there
To those hills of dust and hard winds that blow
In that dry white ocean alone

Lost out in the desert
You are lost out in the desert

But to stand with you in a ring of fire
I’ll forget the days gone by
I’ll protect your body and guard your soul
From mirages in your sight

Lost out in the desert

If your hopes scatter like the dust across your track
I’ll be the moon that shines on your path
The sun may blind our eyes, I’ll pray the skies above
For snow to fall on the sahara

If that’s the only place where you can leave your doubts
I’ll hold you up and be your way out
And if we burn away, I’ll pray the skies above
For snow to fall on the sahara

Just a wish and I will cover your shoulders
With veils of silk and gold
When the shadows come and darken your heart
Leaving you with regrets so cold

Lost out in the desert

Happy Ramadhan 1428H

Maaf lahir batin yah, smoga Ramadhan kali ini jauh lebih baik dari tahun lalu

bunda galak gak de’?

semalam, seperti biasa ada aktivitas rutin sebelum Izza bobo… membiasakannya pipis ke kamar mandi, cuci tangan cuci kaki dan sikat gigi.

“Aku pipisnya ama Bunda aja deh… Ayah tunggu di kamar aja..” celotehnya sambil mendorong Ayah masuk kembali ke kamar

“De’, kenapa pengen pipisnya ama Bunda?”
“Pengen aja ama Bunda” katanya sambil kasak kusuk buka celananya

terlintas malam-malam kemaren, aku pernah begitu kesal karena sudah pukul 22.00 lewat tapi Izza belum juga tidur, masih aja ngajak main atau bolak balik minta susu dan ke kamar mandi. Akhir-akhir ini aku sering menggunakan nada agak tinggi sama Izza..

“De’, Bunda galak gak?”
“Iya..” tanpa pikir panjang dia langsung angguk-angguk merespon…
“Hehehe…” Kataku sambil garuk kepala. “Maapin Bunda ya de’?”
“He eh” Izza mengangguk lagi

ternyata anak kecil lebih bisa memaafkan dengan tulus….
dalam hati, alhamdulillah walaupun Izza mengakui kalo aku galak… tapi dia masih tetap lengket ama aku

enjoy my life [part 3]

Just wanna share a quotation from a friend [its ok if u disagree with this]:
Membuat orang lain senang itu mulia, membahagiakan diri sendiri itu kewajiban.
sender: dianti

masih soal enjoy, tiap orang punya caranya tersendiri untuk menikmati hidup, terutama disaat beban kehidupan dirasakan menyesakkan.

untuk melepaskan diri sejenak dari tekanan pekerjaan, biasanya aku turun ke bawah sambil pesen juz buah. Aku suka banget juz strawberry pake susu kental manis yang banyak. Anti oksidan paling tinggi bo! tapi kalo lagi nguantuk-nguantuknya, tentu aja pesen kopi susu, tapi ini kulakukan kalo emang lagi darurat karena kebanyakan kopi juga tak bagus toh?

untuk melepaskan stress akibat hal-hal yang tak dapat kutuntaskan, biasanya aku cari coklat, entah itu dalam bentuk es krim [slurup], susu [yummy], pudding atau coklat batangan. Karena coklat mengandung anti depresan yang cukup tinggi juga kan.

selain itu, biasanya aku rehat sejenak, bergerak, memalingkan mata dari komputer, sowan ke meja kerja temen, ngobrol sekilas. Kalo lagi berat masalahnya, aku cuci muka, wudhu trus tilawah deh… Sebenernya untuk persiapan, aku biasakan dhuha dan tilawah di kantor sebelum memulai aktivitas. Tak lupa kusiapkan juga murottal di winamp, untuk menemani bermurojaa’ah.

Ketika hati aku rasanya gersang, dan butuh pencerahan… biasanya aku sms teman-temanku, trus janji ketemuan deh, atau aku baca majalah, dan mulai menyusun agenda untuk mengikuti jadwal kajian atau training [walaupun kurang dari 50% yang terealisasi]. Aku paling suka datang ke pameran, terutama book fair. Dengan begitu aku berusaha keluar dari zona masalah dengan wawasan yang baru, berharap ketika aku melihat masalahku dari luar, mungkin ada perspektif yang baru dan menemukan solusinya. Sering kali, justru ketika teman atau adik-adikku curhat, justru disitu Allah memberitahu solusi masalahku sendiri. Bahkan biasanya aku ketemu tulisan di buku, atau bahkan judul buku yang menyindir aku tentang masalah itu.

Aku suka baca buku, alhamdulillah akhir-akhir ini sejak married koleksi buku tambah banyak. Sekarang lagi berusaha menyelesaikan buku Maharani-nya Pearl S. Buck, di tengah tumpukan buku training and edugames [english version] yang kupinjam untuk diterjemahkan buat training sanlat SMIP Ramadhan nanti.

Selain itu, aku suka menyendiri… sekali lagi untuk keluar dari suara-suara luar hanya untuk bisa mendengarkan suara sendiri. kalo lagi menyendiri, aku suka ngajak ngobrol diriku sendiri, ngobrol apa aja, dari yang basa-basi sampe yang memotivasi semangatku.

Aku juga suka banget ke dufan, why? bukan karena masa kecilku kurang bahagia lho, tapi karena saat itu aku manfaatkan untuk teriak sepuasnya. Ke Dufannya sih gak sering, dan Alhamdulillah rencananya sebelum Ramadhan, aku dan suami mau ambil cuti sehari berduaan aja ke dufan [maap ya Izza, bukannya gak mau ngajak... tapi Izza belum cukup besar untuk main wahana di sana].

Dulu aku pernah ke sana, bareng temen-temen kerja yang dulu. Waktu itu kita pertama kali nyobain wahana kicir-kicir. Sebelum naik, kita coba bangkitkan semua emosi yang pernah ganggu hati kita, dari mulai masalah pribadi sampai masalah kerjaan. Trus pas naik wahana itu, sepuas hati kuteriak, melepas beban-beban jiwa… benar saja, sesudahnya plong banget rasanya.

Ya gitu deh, cara aku menikmati hidup… hidup cuma sekali, boleh buat senang-senang, tapi kudu yang bermanfaat biar tak menyesal dikemudian hari.

just enjoy it… [part 2]

Sambungan dari postinganku sebelumnya, kenapa aku begitu tersentuh dengan komik garfield itu adalah karena adikku yang bernama lisa…

Aku mengenalnya sebagai sosok ceria yang selalu bersemangat, kerjaan seberat apapun selalu dituntaskannya hampir tanpa keluhan. Bahkan dia mampu tetap tersenyum di tengah panasnya matahari dengan rapat organisasinya dan tugas deadline liputan yang menempuh jarak terjauh dari pulogebang ke rawamangun lanjut ke bekasi…

Kadang aku suka geleng-geleng kepala sendiri melihat staminanya, walaupun tetap saja seorang kakak punya rasa khawatir di dalam hati.

Entah sudah berapa bulan yang lalu aku ‘putus kontak’ dengannya, awalnya sejak sms brother-ku yang membuatku khawatir.
“Mba, udah tau kondisi mba Lisa belum? Tolong bantu do’a yah mba….”

Lisa sakit…
dan aku langsung merasa bersalah bergunung-gunung…

Dia dideteksi paru-paru basah, mungkin komplikasi dengan asma yang sudah lama diidapnya. Terakhir katanya TBC, dan tiap sabtu minggu dia harus ke tangerang masuk rumah sakit khusus untuk perawatan.

Dari adiknya juga, aku tahu bahwa kondisinya makin memburuk, bahwa dia sering anfal sampai di rumahnya pun disiapkan tabung oksigen. Bahkan sampai keluarganya benar-benar menjaganya ekstra ketat, telepon untuknya pun dibatasi. Pernah juga dia dikurung di kamar, agar tidak keluar rumah, hal ini dikarenakan aktivitasnya yang padat. lalu akhirnya dia cuti dari kerjaannya dan kemudian benar-benar berhenti total.

Sejak saat itu, aku coba terus meneleponnya, meng-sms-nya, walau aku tau dia tak bisa menjawabnya. Aku coba konsisten meng-sms-nya tiap hari, seringnya kukirim kata-kata yang memotivasi. Aku ingin sekali dia membalas, biar aku tau kondisinya baik-baik saja. Pernah sekali dia membalas sms ku, sepulang dari rumah sakit ketika siangnya dia drop.

Yang sangat kusyukuri adalah kecukupan materi dari keluarganya, entah bagaimana jadinya kalau dia tidak berkecukupan, walaupun rizqi tetap Allah yang ngatur, tapi kekurangan dana untuk berobat pasti menambah beban psikisnya. Info yang kudapat pekan lalu, dia akan berobat ke singapura, untuk memendekkan masa terapinya menjadi hanya satu tahun, yang katanya kalo di indonesia bisa tiga tahun lamanya.

Tetapi bersama info itu, kudapat berita juga tentang kekhawatiran dia akan masa depan, tentang hancurnya karir yang sedang dia rintis, tentang pesimisnya dia akan pendamping hidup, dan hal-hal yang lain. Manusiawi sekali…

Terpaut doa dalam hatiku, agar Kau menenangkannya Duhai Rabb, aku tau dia sosok perempuan yang tegar, tapi dia sedang di posisi terlemah, Ku mohon kuatkan dia….

Lalu kutemukan quote dari Garfield itu….
“Enjoy the little things, and the BIG things will take care of themselves”

Di komik itu, terlihat Garfield sedang berdansa dengan boneka teddy bear-nya [mirip dengan kesayangannya Mr. Bean yak?].

Garfield memang terkenal dengan sifatnya yang pemalas, sangat pemalas. Selalu berantem dengan Odie si anjing, doyan banget ngerjain majikannya, suka sekali berleha-leha di depan tv, jarang berolahraga, gak suka ngejar-ngejar tikus [nah yang ini mirip doraemon], dan sangat suka sekali makan, sehingga perutnya buncit.

Dari sosok yang digambarkan di atas, sangat tidak mungkin bisa keluar quotes bagus dari garfield kan? But IT DID ! bahkan aku pun tercengang membacanya, hehehe

Nikmati hal-hal kecil yang ada di depanmu, yang ada di hidupmu sekarang. Such as, morning sunshine, kicau burung, nikmatnya sarapan pagi [lisa nih yang ngajarin aku makan kentang goreng untuk sarapan biar gemuk, secara aku kurus], orangtua yang selalu memperhatikan kita, friends that always smile and be there for you, dan banyak hal lainnya.

Nah, kalo kita sudah bisa enjoy sama hal-hal yang kecil ini, hal-hal yang besar seperti karir, jodoh, keluarga, dan lainnya gak usah dikhawatirkan lagi… karena udah ada yang ngatur, Sang Maha Pengatur Kehidupan Manusia. Yang penting kita tetap optimis [karena Allah sesuai dengan prasangka hambanya], dan ikhtiar yang diiringi dengan doa.

So, Lisa dont worry, just enjoy life

buat teman-teman yang baca, tolong doakan lisa yah biar diberikan kesembuhan

enjoy [part 1]

Kemaren, aku memuaskan diri dengan browsing web-web cartoon and comics… rencananya buat ngilangin jenuh, eh jadi inget masa kecil. Aku ingat Garfield, inget Smurf, Lucky Luke dengan salah satu tokoh wanitanya yang luar biasa, Calamity Jane.

Ku download beberapa comic strip-nya Garfield.. dan ini favoritku :

garfield

fur my beloved hubby and Izza, Lisa, Hilda, Desi, Dianti, and my dear Nink

tiap yang enak itu ada resikonya

As usual, aku lewat jalan pedati tiap mo ke kantor. kalo lewat ntu jalan, nyunnahnya pasti terloncat-loncat di mikrolet, disebabkan banyak polisi yang tidur berdekatan. Aku jarang duduk di pojok belakang karenanya.

Pekan lalu, ada ibu-ibu [tipe carrier woman gitu] yang naik dan duduk di pojok, kontan aja dia pun terloncat mengikuti irama… sampai tak lama kemudian terdengar bunyi ‘duk’ nyaring. Sambil memegangi kepalanya, dia mengaduh. Aku menyarankan agar dia menggeser tempat duduknya agak ke depan. Abis enak sih kalo di sini, bisa nyender….. begitu jawabnya, tanpa bergerak sedikitpun untuk pindah tempat.

Nyeplos tanpa maksud, aku berkata : “Ya gitu Bu, tiap yang enak itu memang selalu ada resikonya.” si Ibu tetap setia cengar-cengir [mungkin masih menahan nyeri].

Sementara aku… terdiam, karena kata-kata itu [walaupun keluar dari mulutku sendiri] dalam sekali maknanya. Dan yang terlintas di benakku adalah peristiwa ‘berantem’nya aku dengan suami, eits tunggu buka berantem yang heboh lho, cuma ngambek-ngambekan aja, hehehe.
[alhamdulillah, sampai saat ini aku belum pernah marahan / berantem yang parah sama suami, gak pernah ada nada tinggi, nada ketus pernah, kalopun marah yang ada kita cuma ngambek aja...]

Pada segala sesuatu yang enak, pasti ada konsekuensinya…
Menikah, sebuah berkah yang luar biasa enak… punya pendamping hidup yang baik, sholih, ibadah kita dinilai lebih sama Allah ketimbang ketika masih sendiri, punya seseorang yang kita cintai dengan sangat dan banyak hal lainnya.

Tapi resiko atau konsekuensinya, kita harus berubah… harus memahami, mengutamakan pengertian dan perhatian [padahal bisa jadi disaat itu kita juga lagi pengen di perhatiin], memadamkan ego, menerima kekurangan pasangan kita sekaligus berharap dia tidak mempersoalkan kekurangan kita, harus legowo dalam mempelajari karakter dan pendiriannya dan banyak juga hal yang lainnya.

Analogi cerita di atas bukan cuma tentang marriage, its about everything… Surga itu enak, tapi kita harus bersedia mengorbankan hawanafsu kita, ada harganya, dan amat mahal… Junk food tuh enak, dari gorengan di pinggir jalan sampe makanan berkolesterol tinggi di fast food, tapi harus siap dengan resiko dihinggapi berbagai penyakit. Rokok itu enak, nikmat dan candu, tapi sanggupkah kita membiarkan pendamping hidup kita atau anak kita menderita, bila kita terserang penyakit akut diatas umur 40-50-an tahun?

Well, untuk analogi yang buruk [such as junk food, rokok, kebiasaan buruk,dll] kita harus memberanikan diri pindah, keluar dari zona nyaman kita untuk menghindari resiko yang dampaknya merugikan kita, menyambut kebaikan yang disediakan untuk kita jika kita mau berubah untuk menjadi lebih baik.

Untuk analogi yang baik…mungkin kita tetap harus bertahan di tempat duduk kita seperti si ibu yang gak mau pindah tempat, setia terloncat dan terjeduk kepalanya karena sudah merasakan indahnya nyender di pojok. Karena kita tau tempat istirahat yang paling enak itu di Surga, so jangan pernah bosan dan capek ketika kepala kita terbentur jutaan kali atas ujian kehidupan, toh itu semua dibayar tunai koq sama Allah nanti….